Get Paid To Do Free Offers!

Saturday, 26 December 2015

Usai Berhubungan Intim, Wanita di Sulawesi Ini Memotong Alat Vital Suaminya

Merasa diduakan, seorang ibu rumah tangga, Suryati Matias (38) warga Desa Saluta Kecamatan Galela Utara (Galut) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) nekat memotong alat vital suaminya, Jhon Bawohe (40).

Peristiwa naas ini terjadi pada Senin (22/12) dini hari tepat pukul 00.30 WIT, saat sang suami dalam keadaan tertidur usai berhubungan suami-istri. Sebelum memotong kelamin sang suami, pelaku sudah menyiapkan sebilah pisau di atas ranjang dan ditutup dengan menggunakan kain.

Tak lama kemudian, dengan tangan kirinya, pelaku memegang kemaluan sang suami dan tangan kanan memotong kemaluan.

“Iya jadi, pelaku potong kemaluan korban saat sedang tertidur setelah keduanya berhubungan badan,” cerita Nonce Pawohe, salah satu keluarga korban saat ditemui di Polres Halut kemarin (22/12).

Mendengar kejadian tersebut, keluarga korban langsung melaporkan pelaku ke Polres Halut. Di hadapan polisi, keluarga korban menceritakan bahwa pelaku nekat memotong alat kelamin suaminya karena pelaku merasa sakit hati karena diduakan korban.

“Padahal, pelaku tidak memiliki bukti, karena itu sebagai pihak korban, kami tetap meminta kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku. Dan, kami akan mengajukan permintaan perceraian,” ujar keluarga korban di polisi.

Sementara korban sudah dilarikan ke RSUD Tobelo untuk menjalani perawatan intensif. Akibat dari kejadian tersebut, kemaluan korban mengeluarkan darah dan luka yang cukup serius. Hingga saat ini korban masih dirawat di RSUD.

KSPK SIF A IPDA Taufik Saimima membenarkan laporan tersebut dan tengah diproses. Dia menjelaskan, setelah memotong kemaluan suaminya, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres. Pelaku kemudian diamankan di Sel Mapolres Halut

“Pelaku sudah menyerahkan diri di Polres Halut,” ujarnya kepada wartawan.

Kasat Reskrim Polres Halut Iptu Seta Jaladriyanta yang ditemui di Polres, mengaku masih menunggu BAP, setelah itu baru dilakukan penyidikan.

Wednesday, 23 December 2015

Polda Kembali Ungkap Jaringan Narkoba



PEKANBARU (RP)-Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau kembali berhasil mengungkap jaringanperedaran narkotika jenis sabu-sabu di Pekanbaru. Satu orang tersangka dengan inisial IR barhasil diamankan bersama barang bukti sabu seberat 100 gram di Jalan Perdagangan, Kecamatan Senapelan, Selasa ( 1/12).
“ Tersangka sudah dibawa ke Mapolda Riau untuk diperiksa intensif. Petugas masih melakukan pengembangan jaringan tersangka,” ucap Kepala Bidan Humas Polda Riau AKBP Buntur Aryo Tejo MM, Rabu (2/12).
Guntur mengatakn , pengungkapan jaringan bandar narkotika ini bermula dari informasi yang diberikan masyarakat. Informasi ini lalu ditindak lanjuti oleh Kasubdit Satu Ditresnarkoba. Polda Riau AKBP Hasyim yang langsung  menerjunkan tim.

Penganiayan Guru Jangan Terulang



Kadisdik Kunjungi Korban Pembacokkan
Laporan M AMIN AMRAN,pangkalan kerinci
PERSATUAN Guru Republi Indonesi ( PGRI) Kabupaten Pelalawan meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Pelalawan harus lebih tanggap dalam menangani persoalan-persoalan yang terjadi di kalangan tenaga pendidik di daerah ini.
Hal ini menindak lanjuti adanya peristiwa pembacokan atau kasus tindak pidana penganiayaan berat terhadap kepala SMKN 1 Ukui Nova Damayanti yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru olahraga di SMKN 1 Ukui bernama Dasmar Joni Rosa.
“ Pasalnya, dari laporan para guru yang saya terima, persoalan antara guru dan kasek itu bukan hanya terjadi di SMKN 1 Ukui saja, tapi juga terjadi di beberapa sekolah yang ada di Negeri Amanah ini. Artinya, jangan samapai peristiwa pembacikkan akibat komynikasi yang tak jalan antar tenaga pendidik ini kembali terulang. Untuk itu, maka kami minta disdik dapat menindak lanjuti masalah ini dengan serius,” terang Ketua PGRI Kabupaten Pelalawan M Syafii DPd MPd kepada Riau Pos, Rabu (2/12) di Pangkalan Kerinci.
Mantan Kepala SMKN 1 Pangkalan kerinci ini mengatakn, bahwa pihaknya juga menyesali atas sikap Dinas Pendidikan Pelalawan dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan yang tidak ada mengunjungi korban sama sekali, dari mulai masuk ke rumah sakit sampai korban di bawa pulang. Bahkan Kadisdik juga tidak ada sama sekali mendatangi SMKN 1 Ukui guna memberikan ketenagan bagi para guru dan murid yang ada di sana.
“ Seharusnya sebagai orang nomor satu di lingkungan Dinas Pendidikan, beliau ( Kadisdik, red) bisa memberikan ketenangan bagi para guru dan siswa di sana. Pasalnya , peristiwa ini terjadi didepan guru dan para siswa. Jadi,  langsung atau tidak, mereka akan terkena imbasnya secara psikis akibat trauma dari kejadian tersebut. Tapi ini, jangankan memberi ketenangan di sekolah tersebut, menengok Kepsek SMKN 1 Ukui saja di rumah sakit tidak ada,” ber Syafi’i.

Pemulung Temukan Granat di Jalan Hayam Wuruk



DUMAI,TRIBUN-Pihak Kepolisian Dumai sudah mengamankan satu granat manggis, yang ditemukan pengumpul  barang bekas, Jum’at (4/9) lalu. Granat yang diduga masih aktif sudah disimpan dalam sebuah kotak. Kini tertutup rapat di Gudang Persenjataan Mapolres Dumai.
Rencananya Granat tersebut akan diserahkan kepada pihak Jihandak Polda Riau dalam waktu dekat. Sebab nantinya proses lanjutan bakal dilakukan oleh Tim Jilhandak Polda. “Kita sudah simpan di gudang senjata. Sebab kita khawatir Branat itu masih aktif,” ujar Kapolres Dumai melalui Kasat Intelkam, AKP Dedi Susanto kepada Tribun Minggu (6/9).
Dijelaskan Dedi, pasca penemuan granat tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran. Kondisi granat juga sudah berkarat namun kondisinya diduga masih aktif. “ Kami sudah telusuri lewat nomor serinya. Tapi ternyata seri itu tidak ada lagi,” terangnya.
Penemuan granat manggis ini bermula dua remaja yang sedang memungut barang bekas. Azlan Syah (15) dan Afrizal (15), menemukan granat itu di dekat gudang barang bekas Jalan Hayam Wuruk, Dumai.
Azlan langsung membersihkan Granat tersebut dengan air dan keduanya menyerahkan temuan itu ke Pos Penjagaan TNI AL, Jalan Yos Sudarso, Dumai. Danlanal Dumai, Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan menerima barang temuan itu, kemudian menyerahkannya ke Polres Dumai.
Sebelumnya di tahun ini, juga ditemukan granat genggam di Km 8 Jalan Soekarno Hatta, Dumai pada 20 Juni 2015 oleh seorang pemulung. (fer)

GIZI BURUK


Nabila, bayi berusia lima bulan ini menderita gizi buruk dan jantung bocor. Saat ini, anak pasangan Muhdi (36) dan indrawati (32) akan dirujuk ke Pekanbaru. Hanya saja orangtuanya terkendala biaya.

GAJAH MATI



Sejumalh petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengangkat kaki gajah Sumatera yang mati untuk proses pembedahan di area perkebunan PT.Bumi Flora Desa Jamboe Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timut, Aceh, Jum’at (4/9). Pembedahan gajah dilakukan untuk pengambilan sejumlah organ tubuh gajah guna menyelidiki penyebab kematian.

Tuesday, 22 December 2015

Tukang Bengkel Jualan Sabu



DURI,TRIBUN-Seorang tikang bengkel sepeda motor berinisial TS alias Tri (22) diamankan oleh unit reskrim Polsek Mandau sbab kedapatana membawa 15 paket sabu-sabu seharga Rp 200 rb. Tersangka ditangkap di simpang puncak desa boncah mahang kota duri mandau, 30 juli lalu.
Taufik melalui Wakapolsek Mandau AKP H Sitanggang, Selasa (4/8) mengungkapkan, saat proses penangkapan, tersangka sempat curiga dengan kedatangan petugas polisi di bengkelnya. Namun, tim opsnal Polsek Mandau langsung mengamankan pelaku.
“ Tersangka ditangkap di bengkelnya sendiri yang dijadikan tempat tinggal. Setelah digeledah, di rumah tersangka ditemukan barang bukti sejumlah 15 paket sabu-sabu ukuran kecil senilai Rp 200 rb, satu buah HP merk Nokia, satu set alat isap bong dan kaca pirex berisi sabu, korek Tas, plastik klem 25 lembar dan paket sabu,” urai Wakapolsek.
Menurut Wakapolsek , pihak usai menahan pelaku anak terus melakukan pengembangan terhadap bandar dari pelaku yang sudah diamankan sebelumnya, masalah peredaran narkoba di wilayah hukum Mandau merupakan perhatian khusus dari pihaknya. (mad)