Wahono dan Keluarga Menangis Haru
Hebatnya , rumah itu diterima
secara Cuma-Cuma. Berkat kerja sama antara Asosiasi pengembangan perumahan dan
pemukiman seluruh indonesia ( Apersi ) dengan PT Dua Putri Sriwijaya sebagai
pihak pengembang yang menyediakan rumah.
Wahono (40) dan istri, Marina
(28) beserta keempat anaknya tak henti-henti menangis terharu saat tiba di
depan rumah sederhana itu. Penyerahan rumah di rancang dalam sebuah acara
dramatis oleh tim kreatif sebuah program televisi swasta nasional.
Mata wahono dan keluarga ditutup
dengan kain hitam saat digiring berjalan kaki oleh presenter kawakan Mandala
Shoji sampai ke depan rumah sederhana tersebut. Di balik kain hitam, air mata
wahono dan keluarganya sudah bercucuran.
Sementara warga yang penasaran
sudah berkermun. Hujan lebat yang sempat turun tidak membuyarkan antusiasme
warga menyaksikan kegiatan sosial tersebut.
Setiba di depan rumah, kain hitam
penutup mata Wahono dan keluarga dibuka secara bersamaam. Keharuan dan bahagia
pun langsung meliputi keluarga itu. Spontan , mereka langsung sujud syukur di
atas jalan masuk rumah yang sedang basah karena hujan.
“ Benar-benar tak menyangka.
Alhamdulillah, kami sangat bahagia,” tutur Whono yang tak henti mengucapkan
terima kasih.
Pria yang sehari-hari bertaruh nyawa
sebagai pemanjat pohon kelapa ini awalnya hanya di panggil oleh kepala Desa
Barum Jum’at lalu. Bahwa sebuah lembaga akan melakukan wawancara.
“ Nggak dibilang mau dapat apa.
Rupanya untuk ini,” kata Wahono yang mengaku penghasilan perbulannya tak menentu.
Ia mengatakan, penghasilannya hanya cukup untuk makan dan
semampunya menyekolahkan anak. Sementara sang istri hanya seorang ibu rumah
tangga. Namun berkat usaha dan pantang menyerah, anak sulungnya sudah dudu di
bangku kelas IX SMP.
Ketua DPD Apersi Riau Idham
Chalik Harahap mengatakan, Wahono dan keluarga merupakan satu dari tiga kepala
keluarga penerima rumah gratis di Riau. Dua yang lain yakni, di Perumahan
Mutiara Rumbai Indah, Rumbai Bakit, Pekanbaru bantuan dari pengembangan PT Solarindo Nuansa Lestari dan Perumahan cahaya
fajar Lestari, Muara Fajar.
“ Keduanya di Pekanbaru
diserahkan langsung oleh Bapak Walikota, “ ujar idham didampingi Sekretaris DPD
Apresi Riau Darwin Ishak.
Menurut Idham, awalnya terpilih
enam kandidat peneriam, kemudian diseleksi lagi. Akhirnya terpilih tiga kepala
keluarga penerima rumah berikut isinya dan tiga lagi menerima sembako berikut
uang tunai
Menurut Idham, program tersebut
digagas oleh DPP Apersi dengan tema “1000 Rumah”. Apersi bersinergi dengan
pemerintah untuk menyukseskan program nasional rumah untuk keluarga
presejahtera. “ Insya Allah, habis lebaran nanti ada bantuan lagi yang kita
bagikan kepada masyarakat,” katanya.
Idham menuturkan, rangkaian aksi
sosial di Riau berjalan lancar dan sukses. Itu semu berkat dukungan semua
pihak. Ucapan terima kasih secara khusus
disampaikannya kedapa Pemerintah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.
“Ini bentuk dari komitmen kita
mendukung pemerintah menyukseskan pembangunan daerah,” tandas Idham. Menurut
dia, perhatian Apersi kepada peneriama bantuan buka hanya saat penyerahan saja.
Apersi menjadikan penerima sebagai keluarga binaan yang senantiansa
diperhatikan.
“Akan dijadikan anak didik
Apersi. Khusunya waktu menjelang Lebaran. Kita akan memperhatikan mereka,” kata
Idham.
Sementara itu, Direktur PT.Dua
Putri Sriwijaya, Fitri mengatakn, pihatknya terpanggil untuk dapat berbagi.
Menurutnya, program sosial yang dimiliki Apersi sangat baik. “Di bawah naungan
Apersi , kita salurkan bantuan,” ujarnya.
Kegiatan penyerahan tersebut
dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Khalisman didampingi
Camat Siak Hulu Fajri Adha. Chalisman berucap terima kasih kepada Apersi yang
dinilai sejalan dengan Program Pemkab Kampar dalam mengurangi rumah-rumah kumuh.
“Oleh karena itu, kedaan, kita
akan bekerja sama dengan Apersi kami menilai , visi dan misi sama dengan Pemkab
Kampar,” ujar Khalisman. (ndo)
No comments:
Post a Comment